Latex-Fruit Syndrome
Sindrom Lateks-Buah • Latex-Food Cross-Reactivity • Natural Rubber Latex Food Allergy • LFS
Latex-Fruit Syndrome adalah kondisi hipersensitivitas silang yang terjadi pada 30-50% individu yang alergi terhadap lateks karet alam (Natural Rubber Latex/NRL). Sindrom ini muncul karena kesamaan struktur protein antara lateks (terutama Hevein/Hev b 6.02) dan protein Chitinase Class I dalam buah-buahan tertentu. **Tingkat Reaktivitas Makanan (Berdasarkan Riset 2024):** * **Tinggi (>50%):** Pisang, Alpukat, Kiwi, Chestnut (Kastanye). * **Sedang:** Pepaya, Tomat, Kentang, Paprika, Melon. * **Rendah:** Apel, Wortel, Seledri, Mangga, Stroberi. Protein alergen ini umumnya sensitif terhadap panas, sehingga gejala sering kali terlokalisir di area mulut (Oral Allergy Syndrome), namun reaksi sistemik hingga anafilaksis tetap mungkin terjadi pada individu yang sangat sensitif.
Data Prevalensi
Prevalensi Indonesia
Meningkat seiring paparan produk lateks di fasilitas kesehatan
Prevalensi Global
30-50% dari penderita alergi lateks mengalami reaksi silang dengan buah
Info Cepat
VERIFIEDTingkat Bahaya
Risiko TinggiKategori
cross reactivity
Risiko Silang
Sangat tinggi dengan Pisang, Alpukat, dan Kiwi
Darurat Alergi?
Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.
Gejala & Reaksi Alergi
Gejala Ringan
- Gatal atau kesemutan di mulut dan tenggorokan (OAS)
- Bengkak ringan pada bibir/lidah
- Ruam kulit (biduran/hives) setelah kontak
- Hidung tersumbat dan mata berair
Gejala Berat (Darurat!)
- Kesulitan bernapas atau mengi (wheezing)
- Angioedema (bengkak parah) pada wajah/saluran napas
- Anafilaksis sistemik (syok, penurunan tekanan darah)
- Gejala gastrointestinal berat (kram, muntah)
Sumber Tersembunyi
Makanan dan produk yang mungkin mengandung latex-fruit syndrome tanpa Anda sadari:
- Smoothie/Jus Campur: Sering mengandung pisang atau kiwi sebagai base
- Salad Buah: Potensi kontaminasi silang dengan buah reaktif
- Produk Kesehatan: Sarung tangan lateks, kondom, plester medis
- Barang Sehari-hari: Balon karet, karet gelang, dot botol bayi
- Makanan Olahan: Pengental berbasis tepung kentang pada saus
- Dessert Vegan: Sering menggunakan alpukat atau pisang sebagai pengganti lemak
Tips Menghindari
- Gunakan alternatif bebas lateks (Nitrile/Vinyl) untuk sarung tangan
- Masak buah-buahan reaktif: Pemanasan dapat merusak struktur protein alergen
- Selalu informasikan alergi lateks pada tenaga medis sebelum tindakan
- Baca komposisi menu smoothie atau dessert dengan teliti
- Hindari mengupas buah reaktif (seperti kiwi/alpukat) dengan tangan kosong
Alternatif Aman
- Blueberry Pengganti pisang dalam smoothie (rendah risiko)
- Jeruk (Citrus) Sumber vitamin C aman, tidak bereaksi silang
- Biji Bunga Matahari Camilan pengganti chestnut/kacang-kacangan
-
Labu Kuning Pengganti tekstur creamy alpukat
Pertolongan Pertama
Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:
- 1 Hentikan konsumsi/kontak segera dan bilas area yang terpapar
- 2 Konsumsi antihistamin untuk gejala ringan (gatal/ruam)
- 3 Gunakan EpiPen (Epinefrin) SEGERA jika muncul gejala sesak napas atau pusing
- 4 Segera ke IGD atau panggil ambulans setelah penggunaan EpiPen
- 5 Baringkan pasien dengan kaki lebih tinggi (posisi syok)