Langsung ke konten utama

Panduan Nutrisi untuk Kondisi Kesehatan

Setiap kondisi kesehatan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Temukan makanan yang tepat untuk membantu mengelola kondisi Anda dengan lebih baik.

15 panduan kondisi kesehatan
Anemia (Kurang Darah)

Anemia (Kurang Darah) Anemia Defisiensi Besi

Kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Jenis paling umum adalah Anemia Defisiensi Besi, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, penyerapan yang buruk, atau perdarahan.

10 direkomendasikan 5 dihindari
Asam Urat

Asam Urat Artritis Gout (Hiperurisemia)

Penyakit radang sendi (artritis) yang menyakitkan akibat penumpukan kristal monosodium urat di persendian. Kondisi ini terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi (hiperurisemia) dan tubuh gagal membuangnya secara efektif. Pengelolaan modern berfokus pada kombinasi diet rendah purin hewani, hidrasi cukup, dan menjaga berat badan ideal.

6 direkomendasikan 5 dihindari
Batu Empedu (Kolelitiasis)

Batu Empedu (Kolelitiasis) Kolelitiasis

Kondisi terbentuknya endapan cairan pencernaan yang mengeras di kantung empedu. Pemicu utamanya adalah kolesterol berlebih dalam empedu. Pola makan tinggi lemak (seperti Keto) dapat memicu serangan nyeri hebat (kolik bilier).

4 direkomendasikan 7 dihindari
Batu Ginjal (Nefrolitiasis)

Batu Ginjal (Nefrolitiasis) Nefrolitiasis / Urolitiasis

Terbentuknya materi keras menyerupai batu di dalam ginjal akibat limbah zat dalam darah yang menumpuk dan mengkristal (biasanya Kalsium Oksalat atau Asam Urat). Pola makan fokus pada pengenceran urin (hidrasi) dan membatasi zat pembentuk kristal.

4 direkomendasikan 5 dihindari
Diabetes

Diabetes Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia (gula darah tinggi) akibat kegagalan produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin secara efektif (resistensi insulin). Secara klinis, pengelolaan fokus pada menjaga stabilitas kadar glukosa untuk mencegah komplikasi mikrovaskular (retinopati, nefropati) dan makrovaskular (stroke, jantung).

7 direkomendasikan 5 dihindari
Gagal Ginjal Kronis

Gagal Ginjal Kronis Chronic Kidney Disease (CKD)

Kondisi penurunan fungsi ginjal secara bertahap dalam menyaring limbah dan cairan dari darah. Diet ginjal sangat spesifik dan krusial untuk memperlambat kerusakan ginjal lebih lanjut dan mencegah penumpukan racun dalam tubuh.

6 direkomendasikan 4 dihindari
GERD

GERD Gastroesophageal Reflux Disease (Penyakit Refluks Asam Lambung)

Penyakit kronis di mana isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan gejala yang mengganggu kualitas hidup. Bukan sekadar sakit maag biasa, tetapi kerusakan mukosa yang bisa memicu komplikasi serius jika diabaikan.

7 direkomendasikan 5 dihindari
Hipertensi

Hipertensi Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Hipertensi adalah kondisi medis kronis di mana tekanan darah arteri meningkat secara persisten (>130/80 mmHg). Secara patofisiologis, ini melibatkan peningkatan resistensi vaskular perifer, gangguan fungsi endotel, dan ketidakseimbangan sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (RAAS). Sering disebut 'The Silent Killer' karena memicu kerusakan vaskular mikrosirkulasi secara bertahap pada jantung, ginjal, dan otak tanpa gejala awal yang nyata.

6 direkomendasikan 7 dihindari
Hipotensi (Darah Rendah)

Hipotensi (Darah Rendah) Hipotensi

Kondisi tekanan darah di bawah 90/60 mmHg. Berbeda dengan hipertensi yang butuh pantang garam, hipotensi justru membutuhkan asupan natrium dan cairan yang cukup untuk menaikkan volume darah.

5 direkomendasikan 3 dihindari
Ibu Hamil

Ibu Hamil Kehamilan (Pregnancy)

Masa kehamilan membutuhkan peningkatan nutrisi spesifik untuk mendukung pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. Fokus pada Asam Folat, Zat Besi, Kalsium, dan Protein, serta menghindari makanan mentah atau berisiko bakteri.

6 direkomendasikan 2 dihindari
Ibu Menyusui

Ibu Menyusui Masa Menyusui (Laktasi)

Fase menyusui membutuhkan kalori dan cairan lebih banyak daripada masa kehamilan untuk memproduksi ASI berkualitas. Nutrisi ibu sangat mempengaruhi kandungan vitamin (terutama A, D, B12) dalam ASI.

5 direkomendasikan 5 dihindari
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa Intoleransi Laktosa (Lactose Intolerance)

Ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa (gula alami dalam susu) karena kekurangan enzim laktase di usus halus. Berbeda dengan alergi susu yang melibatkan sistem imun. Kondisi ini sangat umum terjadi pada orang dewasa Asia.

5 direkomendasikan 4 dihindari
Kolesterol Tinggi

Kolesterol Tinggi Hiperkolesterolemia (Dislipidemia)

Kondisi gangguan metabolisme lipid di mana kadar LDL ('jahat') dan trigliserida dalam darah melebihi batas normal. Kelebihan ini menumpuk di dinding arteri membentuk plak (aterosklerosis), yang secara diam-diam menyumbat aliran darah ke jantung dan otak. Pengelolaan fokus pada diet rendah lemak jenuh (Saturated Fat <6% kalori) dan peningkatan serat larut.

6 direkomendasikan 5 dihindari
Maag (Gastritis)

Maag (Gastritis) Gastritis / Dispepsia

Peradangan, iritasi, atau pengikisan pada lapisan dinding lambung. Berbeda dengan GERD (asam naik ke kerongkongan), Maag fokus pada rasa nyeri/perih di ulu hati akibat luka atau iritasi di lambung itu sendiri.

7 direkomendasikan 4 dihindari
Tipes (Demam Tifoid)

Tipes (Demam Tifoid) Demam Tifoid (Typhoid Fever)

Penyakit infeksi akut pada saluran pencernaan (usus halus) yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Nutrisi fokus pada makanan lunak rendah serat untuk mengistirahatkan usus dan mencegah iritasi/perdarahan.

5 direkomendasikan 3 dihindari