Udang (Crustacean)
Crustacean • Shellfish (Kerang-kerangan) • Prawn • Lobster & Kepiting • Ebi
Alergi udang adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein tertentu dalam hewan krustasea, terutama protein tropomiosin. Ini adalah salah satu alergi makanan paling umum pada orang dewasa dan cenderung bertahan seumur hidup (tidak 'outgrow' seperti alergi susu). Reaksi dapat dipicu oleh memakan udang, menghirup uap masakan udang, atau kontak kulit. Penderita alergi udang memiliki risiko tinggi (75%+) bereaksi silang terhadap krustasea lain (kepiting, lobster) dan memiliki sensitivitas silang dengan tungau debu rumah (dust mites).
Info Cepat
Tingkat Bahaya
Risiko TinggiKategori
makanan
Darurat Alergi?
Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.
Gejala & Reaksi Alergi
Gejala Ringan
- Gatal-gatal (pruritus) di seluruh tubuh
- Biduran atau ruam merah (urtikaria)
- Bengkak ringan pada bibir, wajah, atau mata
- Hidung tersumbat atau bersin-bersin
- Sakit perut ringan atau mual
Gejala Berat (Darurat!)
- Kesulitan bernapas atau mengi (wheezing)
- Pembengkakan tenggorokan yang menutup jalan napas
- Muntah hebat dan diare
- Pusing atau pingsan (penurunan tekanan darah)
- Anafilaksis (kondisi darurat yang mengancam nyawa)
Sumber Tersembunyi
Makanan dan produk yang mungkin mengandung udang (crustacean) tanpa Anda sadari:
- Terasi (Shrimp Paste)
- Kerupuk udang atau kemplang
- Saus tiram dan saus ikan (sering mengandung ekstrak udang)
- Dimsum dan siomay (sering dicampur udang meski labelnya ayam)
- Sambal botolan atau sambal rumahan
- Kaldu seafood atau penyedap rasa seafood
- Kimchi (varian tradisional menggunakan udang fermentasi)
- Suplemen Glukosamin (sering dibuat dari cangkang krustasea)
- Surimi (crab stick imitasi)
Tips Menghindari
- Baca label dengan teliti, cari kata 'krustasea', 'ebi', atau 'terasi'.
- Hati-hati di restoran seafood karena risiko kontaminasi silang (minyak goreng yang sama) sangat tinggi.
- Hindari area pasar ikan atau dapur restoran yang sedang memasak udang karena uapnya bisa memicu asma.
- Waspada terhadap makanan Asia (nasi goreng, mie goreng) yang sering menggunakan terasi atau ebi sebagai bumbu dasar.
- Jika alergi udang, sebaiknya hindari juga kepiting dan lobster kecuali sudah dites aman oleh dokter.
- Konsultasikan penggunaan suplemen sendi (glukosamin) dengan dokter; pilih varian vegetarian (dari jagung) jika ada.
Alternatif Aman
-
Jamur Tiram Pengganti tekstur kenyal udang dalam tumisan atau goreng tepung. -
Cumi-cumi (Mollusk) Alternatif seafood bagi yang hanya alergi krustasea (perlu tes dokter dulu, karena ada risiko silang). - Kembang Tahu Pengganti udang dalam sup atau capcay.
-
Ayam Cincang Pengganti rasa gurih pada isian dimsum/siomay.
Pertolongan Pertama
Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:
- 1 Hentikan konsumsi makanan segera.
- 2 Minum antihistamin (cetirizine/loratadine) untuk gejala kulit ringan.
- 3 Gunakan EpiPen (epinefrin) SEGERA jika muncul gejala sesak napas, bengkak tenggorokan, atau pusing.
- 4 Segera ke UGD rumah sakit terdekat setelah penggunaan EpiPen, karena reaksi tahap kedua (biphasic) bisa terjadi.
- 5 Jangan memaksakan muntah kecuali disarankan tenaga medis.