Langsung ke konten utama
Sertifikasi Resmi Verified

HACCP

Hazard Analysis Critical Control Point Sistem Jaminan Keamanan Pangan

Sistem manajemen keamanan pangan berbasis pencegahan (preventive) yang diakui secara internasional untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya fisik, biologi, dan kimia yang signifikan pada setiap tahapan produksi pangan.

Kriteria Sertifikasi

  • Prinsip 1: Melakukan analisis bahaya (Hazard Analysis)
  • Prinsip 2: Menentukan Titik Kendali Kritis (Critical Control Point/CCP)
  • Prinsip 3: Menetapkan batas kritis (Critical Limits) untuk setiap CCP
  • Prinsip 4: Menetapkan sistem pemantauan (Monitoring) untuk setiap CCP
  • Prinsip 5: Menetapkan tindakan korektif jika terjadi penyimpangan pada CCP
  • Prinsip 6: Menetapkan prosedur verifikasi untuk memastikan sistem berjalan efektif
  • Prinsip 7: Melakukan dokumentasi dan pencatatan (Record Keeping) yang lengkap

Cara Mengecek Keaslian

1

Cari logo 'HACCP Certified' pada kemasan produk atau website produsen

2

Untuk B2B, minta salinan sertifikat HACCP yang valid dari pemasok

3

Verifikasi keaslian sertifikat melalui website lembaga penerbit (misal: Sucofindo, SGS, TUV, dll)

4

Pastikan lembaga sertifikasi terakreditasi oleh KAN (Komite Akreditasi Nasional)

Proses Sertifikasi

Langkah-langkah:

  1. 1 Pembentukan tim HACCP internal perusahaan
  2. 2 Penyusunan dokumen dan implementasi sistem HACCP (7 Prinsip)
  3. 3 Pelaksanaan audit internal
  4. 4 Pendaftaran ke Lembaga Sertifikasi (LS)
  5. 5 Audit Tahap 1 (Kajian Dokumen)
  6. 6 Audit Tahap 2 (Implementasi Lapangan)
  7. 7 Penerbitan Sertifikat HACCP (berlaku 3 tahun)

Durasi

3 - 6 bulan (tergantung kesiapan perusahaan)

Pertanyaan Umum

Apa itu HACCP?
HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) adalah standar internasional sistem keamanan pangan yang fokus pada pencegahan bahaya biologi, kimia, dan fisik selama proses produksi.
Apakah sertifikasi HACCP wajib?
Di Indonesia, HACCP bersifat mandatory (wajib) untuk industri jenis tertentu (seperti produk perikanan ekspor) dan voluntary (sukarela) untuk industri olahan umum, namun sangat disarankan untuk daya saing ekspor.
Apa bedanya HACCP dan ISO 22000?
HACCP fokus pada teknis pengendalian bahaya keamanan pangan, sedangkan ISO 22000 adalah sistem manajemen yang lebih luas mencakup HACCP, manajemen mutu, dan komunikasi interaktif.