Langsung ke konten utama
Risiko Sedang alergen minor protein hewani

Daging Ayam

Unggas (Poultry) • Chicken Meat • Alpha-Livetin (Serum Albumin) • Gal d 7 (Major Allergen)

Alergi daging ayam jarang terjadi (0.6 - 5% penderita alergi makanan), namun seringkali dikaitkan dengan 'Bird-Egg Syndrome'. Artinya, orang yang sensitif terhadap bulu burung/unggas (inhalan) kemudian mengembangkan alergi terhadap kuning telur dan daging ayam akibat reaksi silang protein Alpha-Livetin.

Daging Ayam

Data Prevalensi

Prevalensi Indonesia

Jarang sebagai alergi primer, namun risiko meningkat pada penderita asma atau pekerja peternakan (sensitisasi bulu/kotoran).

Prevalensi Global

Sangat jarang dibanding alergi telur. Lebih sering terjadi pada remaja/dewasa daripada anak-anak.

Info Cepat

VERIFIED

Tingkat Bahaya

Risiko Sedang

Kategori

alergen minor

Risiko Silang

Sangat tinggi (97%) dengan Kalkun (Turkey), namun risiko lebih rendah dengan Bebek atau Angsa.

Darurat Alergi?

Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.

Gejala & Reaksi Alergi

Gejala Ringan

  • Gatal di tenggorokan segera setelah makan.
  • Kram perut dan diare dalam 1-2 jam.
  • Mata berair dan bersin (jika terpapar uap masak).

Gejala Berat (Darurat!)

  • Sesak napas atau asma mendadak (terutama pada kasus Bird-Egg Syndrome).
  • Anafilaksis (jarang, tapi mungkin terjadi jika protein dikonsumsi setengah matang).

Sumber Tersembunyi

Makanan dan produk yang mungkin mengandung daging ayam tanpa Anda sadari:

  • Kaldu Ayam Bubuk/Blok: Digunakan di hampir semua masakan Indonesia (Sop, Soto, Tumisan).
  • Sosis & Bakso Sapi Murah: Sering dicampur daging ayam (MDM - Mechanically Deboned Meat) untuk menekan biaya.
  • Minyak Mie Ayam: Sering menggunakan lemak ayam sebagai aromatik.
  • Vaksin Tertentu: Beberapa media kultur vaksin menggunakan sel embrio ayam (namun risiko sangat rendah untuk alergi daging).
  • Gelatin: Sebagian gelatin kapsul obat/suplemen terbuat dari tulang unggas.

Tips Menghindari

  • Hati-hati 'Kaldu Jamur': Cek label, kadang dicampur ekstrak ayam untuk rasa gurih.
  • Restoran Fast Food: Minyak goreng kentang kadang bekas menggoreng ayam (cross-contamination).
  • Tanya Penjual Bakso: 'Baksonya murni sapi atau campur ayam?' (Umumnya bakso gerobakan dicampur).
  • Masak Sendiri: Gunakan talenan terpisah untuk ayam mentah guna mencegah kontaminasi bakteri dan alergen.

Alternatif Aman

Pertolongan Pertama

Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:

  1. 1 Minum Antihistamin jika muncul gatal/ruam.
  2. 2 Minum air hangat untuk meredakan gatal tenggorokan.
  3. 3 Jika sesak napas (terutama penderita asma), gunakan Inhaler atau EpiPen segera.

Pertanyaan Umum

Saya alergi telur, apakah pasti alergi ayam?
TIDAK SELALU. Protein telur (Ovomucoid) berbeda dengan protein daging (Muscle Protein). Mayoritas anak alergi telur BISA makan daging ayam dengan aman.
Apakah alergi ayam boleh makan kalkun?
HAMPIR PASTI TIDAK. Reaksi silang antara ayam dan kalkun sangat tinggi (mendekati 100%). Sebaiknya hindari.
Kenapa saya gatal hanya saat mengolah ayam mentah?
Itu kemungkinan 'Contact Urticaria'. Protein mentah menembus kulit, tapi rusak saat dimasak. Gunakan sarung tangan saat memasak.

FAQ Tambahan

Apa itu Bird-Egg Syndrome?
Kondisi di mana seseorang yang sering kontak dengan burung/unggas (memelihara burung/peternak) menjadi alergi terhadap kuning telur dan daging ayam.
Apakah alergi ayam boleh makan bebek?
Sebaiknya hindari. Meskipun struktur protein berbeda, masih ada risiko reaksi silang. Konsultasikan dengan dokter untuk tes alergi spesifik.