Ikan (Finfish)
Ikan Laut • Ikan Tawar • Pisces • Parvalbumin (Protein Ikan)
Alergi terhadap ikan bersirip (Tuna, Salmon, Kembung, Lele) yang berbeda total dengan alergi seafood (udang/kerang). Penyebab utamanya adalah protein Parvalbumin yang TAHAN PANAS (tidak rusak saat dimasak). Riset 2025 menunjukkan ikan kaleng (canned tuna) pun TIDAK sepenuhnya aman bagi penderita alergi, mematahkan mitos lama.
Data Prevalensi
Prevalensi Indonesia
Cukup tinggi (sekitar 2-3% populasi) karena konsumsi ikan masif sebagai negara maritim. Vietnam & Filipina melaporkan angka serupa.
Prevalensi Global
0.2 - 2.3% populasi dunia. Alergi ini umumnya menetap seumur hidup (persisten).
Catatan Penting
Sering salah diagnosa dengan Keracunan Histamin (Scombroid Poisoning) yang gejalanya mirip alergi tapi menyerang siapa saja yang makan ikan tidak segar.
Info Cepat
VERIFIEDTingkat Bahaya
Risiko TinggiKategori
alergen major
Darurat Alergi?
Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.
Gejala & Reaksi Alergi
Gejala Ringan
- Gatal/bentol merah (Hives) di kulit setelah makan atau bahkan menyentuh ikan.
- Bengkak pada kelopak mata dan bibir.
- Mual dan muntah mendadak.
Gejala Berat (Darurat!)
- Sesak napas/asma hanya dengan MENGHIRUP UAP kukusan/gorengan ikan (Airborne reaction).
- Tenggorokan menyempit/serak.
- Syok Anafilaksis (Pingsan, tekanan darah anjlok).
Sumber Tersembunyi
Makanan dan produk yang mungkin mengandung ikan (finfish) tanpa Anda sadari:
- Kecap Ikan / Fish Sauce: Bahan wajib masakan Thailand/Vietnam/Peranakan. Sangat alergenik.
- Kaldu Dashi / Bonito Flakes: Basis sup miso dan takoyaki Jepang.
- Terasi: Terkadang dicampur ikan rucah selain udang.
- Pempek & Kerupuk Ikan: Jelas mengandung ikan, tapi sering lupa jika berbentuk kerupuk putih.
- Worcestershire Sauce: Mengandung fermentasi ikan teri (Anchovy).
- Minyak Goreng Bekas: Warung pecel lele sering menggoreng ayam di minyak bekas lele (Cross-contamination).
- Suplemen Omega-3: Minyak ikan murah kadang kurang murni dan mengandung protein sisa.
Tips Menghindari
- Hindari Seafood Restaurant: Risiko kontaminasi uap dan minyak goreng terlalu tinggi. Pilih restoran yang spesifik 'Ayam' atau 'Sapi'.
- Bedakan Alergi vs Scombroid: Jika makan ikan tongkol/tuna lalu gatal & wajah merah membara, cek teman makan Anda. Jika mereka juga sakit, itu Keracunan Histamin (ikan busuk), bukan alergi.
- Baca Label 'Surimi': Bakso kepiting palsu (crab stick) biasanya terbuat dari ikan putih, BUKAN kepiting.
Alternatif Aman
- Ayam / Daging Sapi Sumber protein hewani paling aman (beda kelas biologi).
-
Tahu & Tempe Pengganti protein harian. - Kembang Tahu (Yuba) Pengganti tekstur kulit ikan di sup.
- Nori (Rumput Laut) Memberikan rasa 'amis/laut' alami tanpa protein ikan.
- Minyak Algae (Vegan Omega-3) Pengganti suplemen minyak ikan yang 100% bebas ikan.
Pertolongan Pertama
Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:
- 1 Jauhkan penderita dari area dapur jika sesak napas karena uap ikan.
- 2 Suntik EpiPen SEGERA jika napas berbunyi (mengi) atau lemas.
- 3 Untuk Scombroid Poisoning (Keracunan): Antihistamin dosis ganda biasanya cukup (tidak perlu EpiPen kecuali ragu), tapi tetap ke dokter untuk konfirmasi.