Langsung ke konten utama
Risiko Sedang alergen major kacang polong

Kedelai (Soy)

Soya • Soybean • Tempe & Tahu • Edamame • Lesitin Kedelai (E322)

Alergi kedelai adalah salah satu dari 'Big 9' alergen utama. Di Indonesia, alergi ini sering terjadi bersamaan (komorbid) dengan alergi susu sapi. Sekitar 10-14% bayi yang alergi susu sapi JUGA alergi terhadap formula kedelai. Kabar baiknya, 70% anak akan sembuh total (outgrow) sebelum usia 10 tahun.

Kedelai (Soy)

Data Prevalensi

Prevalensi Indonesia

Umum pada bayi dengan riwayat alergi susu sapi (10-14% risiko silang). Jarang menetap hingga dewasa (<0.5%).

Prevalensi Global

0.4% populasi anak. Merupakan alergi 'transien' (sementara) yang paling cepat sembuh dibanding kacang/seafood.

Catatan Penting

Seringkali tertukar dengan Intoleransi Protein Kedelai (FPIES) yang menyebabkan muntah/diare hebat tanpa gatal (non-IgE).

Info Cepat

VERIFIED

Tingkat Bahaya

Risiko Sedang

Kategori

alergen major

Darurat Alergi?

Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.

Gejala & Reaksi Alergi

Gejala Ringan

  • Gatal di mulut atau rasa 'tebal' di lidah setelah makan tempe/tahu.
  • Ruam merah (Eksim) yang memburuk.
  • Hidung meler atau bersin-bersin.
  • Sakit perut atau diare ringan.

Gejala Berat (Darurat!)

  • Muntah menyembur berulang (tanda FPIES pada bayi).
  • Sesak napas atau mengi (Wheezing).
  • Anafilaksis (Jarang terjadi dibanding kacang tanah, tapi tetap berpotensi fatal).

Sumber Tersembunyi

Makanan dan produk yang mungkin mengandung kedelai (soy) tanpa Anda sadari:

  • Minyak Goreng 'Vegetable Oil': 90% minyak sayur curah/kemasan di pasaran adalah minyak kedelai (Soybean Oil), kecuali tertulis 'Kelapa Sawit' atau 'Kelapa'.
  • Roti & Kue: Tepung kedelai sering dipakai sebagai pelembut (dough conditioner).
  • Cokelat & Es Krim: Mengandung 'Soy Lecithin' sebagai pengemulsi.
  • Daging Olahan: Bakso murah, sosis, dan nugget sering memakai TVP (Textured Vegetable Protein) dari kedelai sebagai pengisi.
  • Saus Asian: Kecap manis, saus tiram, teriyaki, tauco.
  • Tuna Kaleng: Sering direndam dalam 'Vegetable Broth' yang mengandung protein kedelai.

Tips Menghindari

  • Lesitin Kedelai (Soy Lecithin): AMAN untuk 95% penderita alergi kedelai. Proteinnya sangat sedikit (<500 ppm). Namun, penderita super-sensitif sebaiknya tetap menghindar.
  • Minyak Kedelai: Jika 'Highly Refined' (minyak goreng bening), biasanya AMAN karena proteinnya sudah hilang. Minyak 'Cold Pressed' (jarang di Indonesia) TIDAK AMAN.
  • Restoran: Tanya 'Apakah bakso/nuggetnya pakai campuran daging nabati/TVP?'.

Alternatif Aman

Pertolongan Pertama

Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:

  1. 1 Minum Antihistamin segera jika muncul bentol/gatal.
  2. 2 Gunakan EpiPen jika napas mulai berat.
  3. 3 Untuk bayi FPIES (muntah hebat): Segera ke IGD untuk infus cairan (rehidrasi), karena risiko syok dehidrasi tinggi.

Pertanyaan Umum

Anak saya alergi susu sapi, bolehkah minum susu soya?
Hati-hati. IDAI menyarankan formula kedelai hanya untuk bayi >6 bulan karena risiko alergi silang (10-14%) dan kandungan fitoestrogen. Pilihan terbaik tetap Formula Hidrolisat Ekstensif.
Apakah tahu lebih aman daripada tempe?
Sama saja. Fermentasi pada tempe memecah beberapa protein, tapi protein alergen utama (Gly m 5, Gly m 6) tetap bertahan. Penderita alergi harus menghindari keduanya.
Apakah kecap manis memicu alergi?
Ya. Meskipun difermentasi lama, kecap manis masih mengandung residu protein kedelai yang cukup untuk memicu reaksi pada orang sensitif.

FAQ Tambahan

Kapan alergi kedelai sembuh?
Sekitar 70% anak sembuh di usia 10 tahun. Ini adalah salah satu alergi makanan yang paling mudah hilang seiring waktu.
Apakah formula kedelai aman untuk bayi alergi susu sapi?
Tidak selalu. IDAI menyarankan formula hidrolisat ekstensif sebagai pilihan utama karena 10-14% bayi yang alergi susu sapi juga bereaksi terhadap protein kedelai.