Langsung ke konten utama
Risiko Tinggi alergen major kacang polong

Kacang Tanah

Peanut • Groundnut • Arachis hypogaea • Legume (Polong-polongan) • Minyak Kacang (Peanut Oil)

Penyebab utama anafilaksis (reaksi alergi fatal) terkait makanan di dunia. Kacang tanah BUKAN kacang pohon (tree nut), melainkan polong-polongan (legume) yang tumbuh di dalam tanah. Di Indonesia, risiko paparan sangat tinggi karena bumbu kacang adalah basis kuliner nasional (Gado-gado, Pecel, Sate).

Kacang Tanah

Data Prevalensi

Prevalensi Indonesia

Sekitar 0.5 - 3% populasi anak (Data IDAI & UGM 2025). Tren meningkat di perkotaan.

Prevalensi Global

1.5 - 3% anak di negara maju. Merupakan alergi yang paling jarang sembuh sendiri (hanya 20% yang outgrow).

Info Cepat

VERIFIED

Tingkat Bahaya

Risiko Tinggi

Kategori

alergen major

Risiko Silang

30-50% penderita juga bereaksi terhadap Tepung Lupin (bahan pengembang roti impor). Risiko silang dengan kedelai/kacang hijau rendah (<5%).

Darurat Alergi?

Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.

Gejala & Reaksi Alergi

Gejala Ringan

  • Gatal/kesemutan di sekitar mulut segera setelah kontak.
  • Hidung meler atau mata berair.
  • Biduran (Hives) lokal di area kulit yang terkena.

Gejala Berat (Darurat!)

  • Pembengkakan wajah, bibir, dan lidah yang cepat.
  • Penyempitan saluran napas (Mengi/Sesak).
  • Penurunan tekanan darah drastis (Syok Anafilaksis).
  • Hilang kesadaran/pingsan.
  • Rasa 'kiamat' (Sense of impending doom).

Sumber Tersembunyi

Makanan dan produk yang mungkin mengandung kacang tanah tanpa Anda sadari:

  • Bumbu Pecel/Gado-gado: Seringkali tidak terlihat kacangnya karena sudah halus.
  • Kue Kering: Putri Salju, Nastar (kadang dicampur kacang agar renyah).
  • Roti & Martabak: Pisau pengoles selai kacang sering dipakai bergantian dengan selai cokelat/keju.
  • Masakan China/Thailand: Kung Pao Chicken, Pad Thai (taburan kacang).
  • Tepung Lupin: Sering dipakai di roti/pastry gluten-free impor (waspada label 'Lupine Flour').
  • Minyak Kacang Gourmet: Minyak kacang 'Cold-Pressed' atau 'Aromatic' mengandung protein alergen tinggi. Hati-hati di restoran mewah.

Tips Menghindari

  • Label 'May Contain': Wajib dihindari. Risiko kontaminasi silang di pabrik sangat nyata.
  • Restoran Indonesia: Jangan hanya bilang 'jangan pakai kacang'. Katakan 'Saya alergi parah, bisa mati kalau kena sedikit saja bekas kacang'. Minta cobek/ulekan dicuci bersih atau pakai blender terpisah.
  • Sekolah: Pastikan kantin sekolah bebas kacang (Nut-free zone) jika memungkinkan.
  • Terapi OIT: Konsultasikan dengan dokter tentang Oral Immunotherapy (OIT) untuk desensitisasi (tersedia terbatas di RS besar).

Alternatif Aman

Pertolongan Pertama

Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:

  1. 1 Suntik EpiPen (Adrenalin) SEGERA di paha luar jika ada tanda sesak/pingsan. Jangan ragu!
  2. 2 Baringkan penderita dengan kaki diangkat (Trendelenburg) untuk menjaga aliran darah ke otak.
  3. 3 Jangan beri minum jika penderita sesak/sulit menelan.
  4. 4 Segera bawa ke IGD terdekat.

Pertanyaan Umum

Apakah minyak kacang goreng aman?
Tergantung. Minyak kacang **Refined** (Pabrikan, bening, panas tinggi) biasanya AMAN karena proteinnya hilang. Tapi Minyak kacang **Kampung/Cold-Pressed** (keruh, wangi) SANGAT BERBAHAYA.
Apakah alergi kacang tanah boleh makan Nutella (Hazelnut)?
Secara biologis boleh (beda keluarga). Tapi HATI-HATI kontaminasi pabrik. Baca label 'May contain peanuts' dengan teliti.
Bisakah alergi kacang sembuh?
Hanya sekitar 20% anak yang sembuh (outgrow). Tes IgE rutin setiap tahun disarankan untuk memantau.

FAQ Tambahan

Apa beda kacang tanah dan kacang pohon?
Kacang tanah tumbuh di dalam tanah (famili Legume/Polong), sedangkan kacang pohon (Almond, Walnut, Mete) tumbuh di atas pohon. Alerginya berbeda, tapi sering terjadi bersamaan karena pengolahan di pabrik yang sama.
Bagaimana cara mengenali reaksi anafilaksis kacang?
Tanda bahaya: sesak napas, suara serak, pembengkakan wajah/lidah, pusing/pingsan, atau rasa 'akan mati'. Suntik EpiPen SEGERA dan langsung ke IGD. Jangan tunggu gejala memburuk.