Langsung ke konten utama
Risiko Tinggi alergen major biji bijian

Wijen

Sesame Seeds • Biji Wijen • Minyak Wijen (Sesame Oil) • Tahini • Goma (Jepang)

Wijen kini diakui sebagai 'Major Food Allergen' ke-9 oleh FDA (sejak 2023) karena reaksi anafilaksis yang sering terjadi dan sulit diprediksi. Di Indonesia, prevalensi alergi wijen meningkat pada anak-anak seiring popularitas makanan Asia (Ramen, Dimsum) dan Western (Burger Bun).

Wijen

Data Prevalensi

Prevalensi Indonesia

0.4 - 0.9% pada populasi anak (Data IDAI/UNAIR 2024)

Prevalensi Global

1.5% populasi anak global (meningkat 2x lipat dalam 5 tahun)

Catatan Penting

Sering terjadi reaksi silang (cross-reactivity) hingga 50% dengan alergi kacang pohon (Tree Nuts) seperti mete dan pistachio.

Info Cepat

VERIFIED

Tingkat Bahaya

Risiko Tinggi

Kategori

alergen major

Darurat Alergi?

Jika mengalami gejala berat seperti sesak napas atau pingsan, segera hubungi layanan darurat.

Gejala & Reaksi Alergi

Gejala Ringan

  • Gatal di mulut atau tenggorokan segera setelah makan (Oral Allergy Syndrome)
  • Ruam merah (Hives) atau biduran di sekitar mulut
  • Hidung meler atau bersin-bersin mendadak
  • Sakit perut atau mual ringan

Gejala Berat (Darurat!)

  • Bengkak pada bibir, lidah, atau tenggorokan (Angioedema)
  • Kesulitan bernapas, suara serak, atau mengi (Wheezing)
  • Penurunan tekanan darah drastis (Syok Anafilaksis)
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran
  • Catatan: Reaksi bisa 'Biphasic' (kambuh lagi 4-6 jam setelah reda)

Sumber Tersembunyi

Makanan dan produk yang mungkin mengandung wijen tanpa Anda sadari:

  • Minyak Wijen: Hampir semua masakan Chinese/Japanese (Mie Goreng, Nasi Goreng, Ramen) menggunakan ini sebagai aromatik.
  • Roti Burger & Hotdog: Seringkali memiliki taburan wijen di atasnya.
  • Hummus & Saus Salad: Mengandung Tahini (pasta wijen).
  • Onde-onde & Klepon: Taburan luar yang sangat jelas.
  • Bumbu Sate/Gado-gado: Kadang dicampur wijen sangrai untuk aroma.
  • Sushi: Uramaki (Roll Nasi Terbalik) sering digulingkan di wijen.

Tips Menghindari

  • Selalu tanya 'Apakah pakai minyak wijen?' saat makan di restoran Asia, bukan cuma 'ada biji wijennya gak?'.
  • Baca label dengan teliti. Cari kata 'Sesame', 'Tahini', 'Gingelly', atau 'Sim Sim'.
  • Hati-hati 'Cross-Contamination' di toko roti. Roti polos bisa terkena wijen dari roti di sebelahnya.
  • Untuk burger fast food, minta 'Plain Bun' atau bungkus selada (lettuce wrap).

Alternatif Aman

Pertolongan Pertama

Jika terjadi reaksi alergi berat, segera lakukan:

  1. 1 Hentikan makan segera jika terasa gatal di mulut.
  2. 2 Minum antihistamin (Cetirizine/Loratadine) untuk gejala kulit ringan.
  3. 3 Gunakan EpiPen (Adrenalin) SEGERA jika ada sesak napas atau bengkak leher. Jangan tunggu!
  4. 4 Segera ke IGD terdekat meskipun gejala membaik setelah EpiPen (risiko reaksi susulan).

Pertanyaan Umum

Apakah minyak wijen aman untuk penderita alergi wijen?
TIDAK AMAN. Minyak wijen kuliner (Lee Kum Kee dkk) biasanya 'unrefined' (tidak dimurnikan) sehingga protein alergennya masih utuh dan sangat berbahaya. Ini berbeda dengan minyak kacang refined yang kadang aman.
Apakah biji wijen hitam dan putih sama bahayanya?
Ya, keduanya mengandung protein alergen yang sama. Wijen hitam hanya berbeda varietas dan pigmen kulit.
Bisakah alergi wijen sembuh sendiri?
Jarang. Berbeda dengan alergi susu/telur yang sering hilang saat dewasa, alergi wijen cenderung menetap seumur hidup (persisten) pada 80% kasus.

FAQ Tambahan

Kenapa alergi wijen makin banyak?
Peningkatan konsumsi makanan global (Hummus, Sushi, Burger) dan aturan pelabelan baru yang membuat deteksi lebih sering.
Apakah tahini (pasta wijen) lebih berbahaya dari biji wijen utuh?
Ya, lebih berbahaya. Tahini adalah pasta wijen murni dengan konsentrasi protein alergen sangat tinggi. Reaksinya bisa lebih cepat dan parah dibanding biji wijen yang masih utuh.