Langsung ke konten utama
sulit diet khusus metabolik terapeutik

Diet Keto (Ketogenik)

Pola makan ekstrem rendah karbohidrat dan tinggi lemak yang mengubah metabolisme tubuh menjadi pembakar lemak (ketosis). Riset 2025 menyoroti manfaatnya untuk gangguan neurologis dan penurunan berat badan cepat, namun memberi peringatan keras terkait risiko kolesterol LDL pada individu tertentu.

Diet Keto (Ketogenik)

Alias

LCHF (Low Carb High Fat), DEBM (Diet Enak Bahagia Menyenangkan), Very Low Calorie Ketogenic Diet (VLCKD)

Target/Minggu

1 - 1.5 kg

Target/Bulan

4 - 6 kg

Durasi

1-3 bulan (Disarankan 'Cycling Keto' setelahnya)

Prinsip Utama

Batasi Karbohidrat Netto < 20-50 gram per hari (Setara 1 buah pisang).

Rasio Makro: Lemak (70-75%), Protein (20%), Karbohidrat (5-10%).

Pantang total gula pasir, tepung terigu, beras, dan umbi-umbian.

Fokus pada lemak alami (bukan trans fat): Minyak kelapa, lemak hewan, alpukat.

Wajib konsumsi elektrolit (Natrium, Kalium, Magnesium) untuk mencegah 'Keto Flu'.

Contoh Menu Harian

Sarapan

Telur Dadar
120 kkal
Kopi Lemak
230 kkal

Snack Pagi

Alpukat Santan
175 kkal

Makan Siang

Lele Goreng
240 kkal
Sayur Lodeh Keto
100 kkal

Snack Sore

Agar Agar Keto
110 kkal

Makan Malam

Sate Kambing
320 kkal
Sop Iga
112 kkal

Boleh Dikonsumsi

  • Lemak Hewani: Kulit ayam, tetelan daging, lemak sapi.
  • Seafood Berlemak: Ikan kembung, patin, salmon, kerang.
  • Produk Turunan Susu: Keju (Cheddar/Mozzarella), Butter, Heavy Cream.
  • Sayuran Rendah Karbo: Bayam, kangkung, brokoli, kembang kol, timun.
  • Camilan Keto: Kerupuk kulit sapi (jangek), telur rebus, alpukat.
  • Minyak: VCO, Minyak Zaitun, Minyak Barco (Kelapa).

Batasi / Hindari

  • Semua Sumber Pati: Nasi, mie, roti, kentang, singkong, jagung.
  • Buah Manis: Mangga, pisang, anggur, pepaya (hanya boleh beri-berian & alpukat).
  • Gula Tersembunyi: Kecap manis, saus botolan, bumbu instan dengan gula.
  • Susu Sapi Cair (Laktosa = Gula Susu). Ganti dengan santan atau almond milk.

Kelebihan & Manfaat

  • Penurunan berat badan cepat, terutama minggu pertama (water weight)
  • Efektif mengontrol gula darah untuk penderita diabetes tipe 2
  • Mengurangi rasa lapar karena efek kenyang dari lemak dan protein
  • Terbukti membantu mengurangi frekuensi kejang pada epilepsi
  • Meningkatkan fokus mental setelah fase adaptasi

Kekurangan & Risiko

  • Keto Flu di awal (pusing, lemas, mual) selama 1-2 minggu adaptasi
  • Sangat restriktif dan sulit dipertahankan jangka panjang
  • Risiko kenaikan kolesterol LDL pada sebagian orang
  • Tidak cocok untuk atlet endurance atau aktivitas intensitas tinggi
  • Bisa menyebabkan sembelit karena kurang serat
  • Nafas dan keringat berbau (keton bodies)

Tips Sukses & Strategi

Atasi Keto Flu: Minum air garam (1/2 sdt garam himalaya + air) setiap pagi. Kebutuhan natrium meningkat saat insulin rendah.

Hati-hati 'Dirty Keto'. Hindari gorengan minyak sawit dan daging olahan (sosis/nugget). Prioritaskan 'Clean Keto' (Alpukat, Minyak Zaitun, Ikan).

Jangan takut santan! Di keto, santan adalah teman terbaik (sumber lemak MCT).

Cocok Untuk

Tidak Cocok Untuk

Pertanyaan Umum

Apa itu Ketosis?
Kondisi metabolisme saat tubuh kehabisan glukosa dan mulai memecah lemak menjadi 'Keton' sebagai bahan bakar utama otak dan tubuh.
Apakah boleh makan tempe/tahu di diet Keto?
Boleh dalam porsi wajar. Tempe murni (100g) hanya mengandung ~1.6g karbohidrat netto. Pastikan dimasak tanpa tepung terigu (bacem/mendoan dilarang). Tahu dan tempe goreng polosan sangat aman.
Kenapa kolesterol saya naik saat Keto?
Ini fenomena umum mobilisasi lemak (Lean Mass Hyper-Responder). Namun riset 2025 memperingatkan jika LDL naik ekstrem (>190), sebaiknya hentikan atau ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh.
Berapa lama boleh menjalani Keto?
Disarankan 3-6 bulan saja, lalu transisi ke 'Low Carb' biasa atau Cycling Keto untuk keberlanjutan jangka panjang.